
Baku dan Jaga (Bajaga) tidak sekadar langkah, tetapi sebuah perisai gagah dalam perlawanan terhadap Human Trafficking. Dengan menggalang kerjasama, menyebarkan pengetahuan, dan melaksanakan tindakan nyata, Bajaga bukan hanya potensi, melainkan berusaha menjadi pahlawan utama yang berdiri di garis terdepan, melindungi masyarakat dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bajaga lahir dari kepedulian mendalam Fransiscus Go, seorang tokoh berpengaruh dari Nusa Tenggara Timur. Ia tak bisa berpaling dari kenyataan pahit yang menimpa banyak warga NTT—mereka berangkat ke luar negeri dengan harapan hidup lebih baik, namun justru terjerat dalam perdagangan manusia. Eksploitasi, penderitaan, hilangnya hak asasi, bahkan kematian menjadi bayangan kelam di balik janji manis pekerjaan di negeri orang.
Didorong oleh keinginan kuat untuk melindungi sesama, Fransiscus Go mendirikan Bajaga sebagai tameng bagi mereka yang rentan terhadap praktik keji ini. Lebih dari sekadar gerakan, Bajaga hadir sebagai harapan—agar setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat, aman, dan terbebas dari ancaman perdagangan manusia.
Jakarta - Fransiscus Go menegaskan pentingnya bergabung dalam komunitas bisnis sebagai fondasi utama bagi seorang wirausahawan. Hal tersebut ia sampaikan saat membahas manfaat keikutsertaan dalam Komunitas Kamajaya Business Club (KBC),
Fransiscus Go menegaskan bahwa perayaan Natal membawa pesan mendalam tentang kekuatan kasih dalam kehidupan manusia. Menurutnya, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menempatkan kasih di atas kepentingan
Hari Ibu 2025 menjadi momentum refleksi mendalam tentang peran ibu dalam menjaga kehidupan, keluarga, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pada peringatan tahun ini, ungkapan sederhana namun penuh makna dari Fransiscus Go, “Terima
Jakarta - Tokoh Nasional asal Nusa Tenggara Timur, Ir. Fransiscus Go, SH, meraih Pos Kupang Award 2025 atas dedikasinya sebagai pelopor pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa
Jakarta - SUSTER CARGO kembali mendapat apresiasi atas peran nyatanya dalam kerja-kerja kemanusiaan, khususnya dalam mendampingi dan menolong korban tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Peran tersebut dinilai konsisten dan
Garda Bajaga siap membantu dan berkolaborasi dalam melawan perdagangan manusia. Jangan ragu menghubungi kami!